Salah
satu topik hangat di Indonesia sekarang ini yang menurut saya seperti sinetron
yang episodenya panjangnya minta ampun adalah prostitusi. Dimulai dari
prostitusi di kalangan artis endonesiah sampai prostitusi di kawasan kawasan
Las Vegas Wong Cilik punya ibu pertiwi ini. Belum lama ini kita lagi pada kepo soal
“KALIJODO” yang katanya dulu adalah tempat mencari jodoh (entah jodoh apa yang
dimaksud). Mungkin karna rumor tersebut, tempat itu kini dinamakan Kalijodo
alias Kali aja dapet Jodoh.
Sebelum kita lanjut lebih jauh,
saya akan menjelaskan sedikit apa itu prostitusi. Sebenarnya prostitusi sudah
bukan rahasia yang mengagetkan lagi. Tapi saya agak menyinggung pengertian
prostitusi ini karena beberapa hari lalu mama saya nanya “prostitusi itu apa sih
len ?” -_-. Oke, mama saya mengerti aktifitas prostitusi, tapi tidak mengerti
secara “elegannya” arti prostitusi hahahaha. Prostitusi atau Pelacuran adalah penjualan
jasa seksual,untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual
disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja
seks komersial (PSK)
(Sumber : http://cdn-2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20160211-kalijodo_20160211_162854.jpg)
Prostitusi bisa dikatakan adalah
perdagangan manusia. Kok bisa ? Jika selama ini
masyarakat kebanyakan taunya perdagangan manusia itu seperti perdagangan organ
manusia ataupun pembudakan. Prostitusi juga hampir sama dengan perdagangan
organ manusia maupun hal pembudakan. Lah diliat dari sisi mana
kok bisa di sama- samain ? Kebanyakan orang melakukan prostitusi
atau “menjual diri” bukan atas kemauan diri sendiri alias
keterpaksaan bukan keinginian membantu orang orang yang mencari hiburan atau
kesenangan melalui seks. Kalo diliat dari perdagangan organ tubuh atau “menjual
organ tubuh sendiri” yang terjadi di dunia ini (bahkan Indonesia juga)
orang mau menjual organ tubuhnya juga karena keterpaksaan bukan karena kemauan
diri sendiri untuk menolong hidup sesama. Prostitusi juga merupakan pembudakan
karena banyak PSK yang disana melakukan hal prostitusi karena “dijual” orang
lain karena berbagai alasan, ada yang karena tak mampu membayar utang dan
bahkan ada orang tua yang menjual anaknya untuk melakukan hal
gila ini agar mereka tidak perlu bersusah payah mencari uang lagi. PSK alias
boneka prostitusi ini telah menjadi budak.
Tapi di zaman yang makin wong
edan ini, semakin bertambah banyak juga orang waras jadi makin terlalu waras.
Sekarang banyak orang yang melakukan prostitusi bukan karena keterpaksaan
seperti hambatan ekonomi. Ada juga loh orang melakukan prostitusi ini untuk
memenuhi gaya hidup glamour mereka. Contoh simplenya : temen temen lu pake hp
ipon yg belasan jiti tapi lu mampunya beli hp samsul yg 3 jitian. Secara
ekonomi, pake hp 3 jiti itu bukan tergolong orang tidak mampu kan ? Tapi ya
balik lagi seperti kalimat saya sebelumnya, “di zaman yang makin
wong edan ini, semakin bertambah banyak juga orang waras jadi makin terlalu
waras”. Contoh orang waras jadi makin terlalu waras,
gak usah jauh jauh lah yak, di kalangan anak kuliah atau mahasiswa sudah tak
asing lagi mendengar “ayam kampus”. Apa
itu ayam kampus ? Eta mah yang crispy crispy hahahaha. Ayam
Kampus alias panggilan bagi mahasiswi cantik yang melakukan prostitusi
di kalangan universitas. Mungkin ada dari antara kalian yang baru tau atau
sudah tau dari jaman baheula soal ayam kampus ini. YUP,
AYAM KAMPOES ! Saya rasa masih banyak kampus waras yang tidak terlalu
nampak aktifitas ini. Tapi ada loh kampus yang terlihat jelas soal ayam kampus
ini hahahaha. Salah satunya, sebut saja dia Universitas X di salah satu kota di
endonesiah. Berdasarkan cerita teman teman saya, menurut saya cara ayam
kampus menawarkan jasanya di universitas X ini terbilang cukup kreatif
dan unik hahahaha. Caranya adalah, menawarkan sejenis snack kepada
targetnya, jika sang target menerimanya, artinya sang target menerima
tawaran “ehem” tersebut hahahaha. Saya sudah menasihati teman
teman saya yang kaum adam jika bertandang ke universitas X tersebut, jika ada
mahasiswi bening yang tiba tiba menawarkan snack pada mereka,
bilang saja seperti ini “maaf, kata mama aku, aku gak boleh ambil makanan
dari orang asing” Hahahaha polos apa oon anjer -_-. Tapi
kan bisa aja mereka begitu untuk uang kuliah mereka ? Oke ini bisa
diterima dari sisi kemanusiaan, tapi kalo kita gali lebih dalam lagi, justru
banyak yang melakukan hal tersebut di universitas bukan karena hambatan
ekonomi, tapi karena kita lebih mementingkan gaya daripada kehormatan.
Berdasarkan cerita tante saya yang berprofesi sebagai guru sma negri di
Indonesia ini, dia pernah menemukan muridnya melakukan prostitusi dengan alasan
karena ingin membeli gadget idaman dia. Damn ! Wong edan bukan ? -_- Nah
kalo seperti ini, siapa dah yang jadi korbannya ? hahahahaha.
(sumber : http://d1g4sq00ps2bp3.cloudfront.net/images/8857_5.jpg)
LEGALKAN ATAU ILEGALKAN
PROSTITUSI ? Menurut saya
pribadi, saya mencoba melihat dari global, menurut saya Legalkan di
tempat yang seharusnya. Saya sendiri sebenarnya ingin sekali
memberantas prostitusi atau kalo bisa ngebegal mucikarinya dah. Tapi prostitusi
sudah merebak di masyarakat dan sudah di cap hal biasa oleh kalangan penduduk
kota besar tapi jangan sampe anak dibawah umur mempunyai anggapan bahwa
prostitusi itu gapapa
karena mereka tumbuh berkembang sampe dewasa di kawasan prostitusi. Contohnya,
(berdasarkan pengamatan guru sosiologi saya sewaktu kelas 12) salah satu
kawasan di daerah kota hujan, ada kawasan dimana pernah dibongkar dan ditertibkan
kafe kafe atau tempat tempat yang melakukan prostitusi, kalian tau akbitanya
apa ? ya gak ada lagi kafe kafe tersebut. Berarti
caranya berhasil dong menghilangkan prostitusi di kawasan itu ? TIDAK. Lah
kok gitu ? Karena transaksinya hanya berpindah tempat. Kemana
? Di rumah rumah warga sekitar tersebut. Itulah kenapa saya
bilang, saya “Legalkan
di tempat yang seharusnya”. Mungkin pemerintah atau warga bisa
merobohkan bangunan kafe kafe malam tersebut, tapi hitam selalu ada di bumi
ini. Jika pemerintah masih menyepelekan prostitusi ini, jadinya ya seperti
kalijodo dan gg dolly. Anak anak tumbuh dan berkembang di kawasan prostitusi.
Iya memang bukan berarti mereka bakalan jadi PSK tapi itu pasti mempengaruhi
mental dan jiwa anak anak. Malah saya mau ketawa nonton berita soal kalijodo
ketika banyak warga menolak penggusuran kalijodo dengan sok tau nya bicara
tentang HAM, kalo kalian peduli HAM, mana mungkin kalian lebih memikirkan UANG
dibandingkan ANAK KALIAN. Kan
mereka manusia juga, mikir juga lah lo nyari kerjaan susah. Lah
kan yang disana beragama semua, masa gak ada kepercayaan sih Tuhan sudah
menyiapkan jalan terbaik jika umatnya berdoa dan berusaha #sokberagama. Lucu
aja gitu, ketika kalijodo mau digusur, yang PSK berbondong bondong mau pindah,
yang buka usaha malah gegayaan ngomong hati nurani dan HAM hahahahahaha jenius
-_-, Atau kalian ada yang pernah nonton film “Kawin Kontrak” itu hal nyata
loh, cuman kurang satu hal di film itu, anak dibawah umur juga dipaksa
melakukan kawin kontrak tersebut dan menurut saya, itu prostitusi alim.
Kita tidak bisa menyalahkan
siapapun tentang masalah ini, entah itu pemerintah, mucikari atau PSK nya
sekalipun (meskipun saya pengen banget ngebegal mucikarinya) karena semua punya
alasan masing masing. Namun jika dilihat dari kacamata hukum, kita bisa
menjerat oknum yang mempunyai andil paling besar dalam memainkan prostitusi ini.
Ya sekian pendapat saya tentang
prostitusi, mohon maaf jika ada kesalahan kata maupun menyinggung perasaan
seseorang. Have a nice day !


argumennya bagus,tapi lebih bagus lagi jika benar EYD nya :) kunjungi blog Ran juga ya, hehe.
BalasHapushttp://ranastuti5121.blogspot.co.id/2015/10/bergeraklah-tunas-bangsa-jangan-hanya.html
halo ran ! thanks buat sarannya, artikelnya emang sengaja gaya bahasanya gak baku soalnya sasaran pengunjung saya ke kalangan remaja, jadi biar mereka gak merasa bosan, saya coba buat artikel dengan bahasa saya sendiri. terimakasih buat kunjungannya, sering sering datang ke sini ya, boleh juga kok di follow hehehe makasih :)
HapusBukan dengan cara dilegalkan juga sih len seharusnya. Karena tidak dilegalkan aja prostitusi ada dimana-mana, apalagi kalo dilegalkan.
HapusMungkin kalo dilegalkan, anak-anak dibawah umur nantinya malah anggap pekerjaan seperti itu dibilang wajar karena telah dilegalkan.
Nah itu kenapa gue bilang dilegalkan di tempat yang seharusnya kak. Justru kalo gak diperhatikan, jadinya prostitusi diadakannya di pemukiman yang banyak anak anak contohnya kalijodo. Tapi kalo di legalkan di tempat yg gak pantas untuk anak anak seperti bar, anak anak gak perlu melihat hal prostitusi yg gak pantes dilihat anak anak. Tapi itu tergantung opini masing masing sih kak 😁
Hapustapi tetap bukan dengan maksud "dilegalkan" seharusnya len. Dampak kedepannya akan jauh lebih buruk pasti kalo hal tersebut dilegalkan. Nantinya malah dijadikan lapangan pekerjaan, karena telah dilegalkan dan dianggap sebagai kewajaran.
BalasHapusbtw, kita jangan jadi musuhan ya garagara gue komen begitu hahaha
BalasHapusGue rasa masyarakat masih pada waras. Contohnya, ada tempat ibadah dan tempat prostitusi. Itu tergantung orang mau masuk mana. Tapi orang pasti tau mana yang bener dan tidak. Kalo tidak dilindungi dengan hukum, yang ada banyak kasus prostitusi di bawah umur karna sifatnya yg diam diam. Prostitusi bahkan sudah ada dari ribuan tahun lalu tapi apa ada perubahan pemikiran bahwa prostitusi itu pekerjaan halal ? Gak kan? Tapi itu pendapat gue aja sih hehehehe wolessss kita masih saling menyayangi kok meskipun beda pendapat :3
Hapus