Senin, 29 Februari 2016

PROSTITUSI. SIAPA YANG SALAH?


                   Salah satu topik hangat di Indonesia sekarang ini yang menurut saya seperti sinetron yang episodenya panjangnya minta ampun adalah prostitusi. Dimulai dari prostitusi di kalangan artis endonesiah sampai prostitusi di kawasan kawasan Las Vegas Wong Cilik punya ibu pertiwi ini. Belum lama ini kita lagi pada kepo soal “KALIJODO” yang katanya dulu adalah tempat mencari jodoh (entah jodoh apa yang dimaksud). Mungkin karna rumor tersebut, tempat itu kini dinamakan Kalijodo alias Kali aja dapet Jodoh.

Sebelum kita lanjut lebih jauh, saya akan menjelaskan sedikit apa itu prostitusi. Sebenarnya prostitusi sudah bukan rahasia yang mengagetkan lagi. Tapi saya agak menyinggung pengertian prostitusi ini karena beberapa hari lalu mama saya nanya “prostitusi itu apa sih len ?” -_-. Oke, mama saya mengerti aktifitas prostitusi, tapi tidak mengerti secara “elegannya” arti prostitusi hahahaha. Prostitusi atau Pelacuran adalah penjualan jasa seksual,untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK)




(Sumber : http://cdn-2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20160211-kalijodo_20160211_162854.jpg)


Prostitusi bisa dikatakan adalah perdagangan manusia. Kok bisa ? Jika selama ini masyarakat kebanyakan taunya perdagangan manusia itu seperti perdagangan organ manusia ataupun pembudakan. Prostitusi juga hampir sama dengan perdagangan organ manusia maupun hal pembudakan.  Lah diliat dari sisi mana kok bisa di sama- samain ? Kebanyakan orang melakukan prostitusi atau “menjual diri” bukan atas kemauan diri sendiri alias keterpaksaan bukan keinginian membantu orang orang yang mencari hiburan atau kesenangan melalui seks. Kalo diliat dari perdagangan organ tubuh atau “menjual organ tubuh sendiri” yang terjadi di dunia ini (bahkan Indonesia juga) orang mau menjual organ tubuhnya juga karena keterpaksaan bukan karena kemauan diri sendiri untuk menolong hidup sesama. Prostitusi juga merupakan pembudakan karena banyak PSK yang disana melakukan hal prostitusi karena “dijual” orang lain karena berbagai alasan, ada yang karena tak mampu membayar utang dan bahkan ada orang tua yang menjual anaknya untuk melakukan hal gila ini agar mereka tidak perlu bersusah payah mencari uang lagi. PSK alias boneka prostitusi ini telah menjadi budak.

Tapi di zaman yang makin wong edan ini, semakin bertambah banyak juga orang waras jadi makin terlalu waras. Sekarang banyak orang yang melakukan prostitusi bukan karena keterpaksaan seperti hambatan ekonomi. Ada juga loh orang melakukan prostitusi ini untuk memenuhi gaya hidup glamour mereka. Contoh simplenya : temen temen lu pake hp ipon yg belasan jiti tapi lu mampunya beli hp samsul yg 3 jitian. Secara ekonomi, pake hp 3 jiti itu bukan tergolong orang tidak mampu kan ? Tapi ya balik lagi seperti kalimat saya sebelumnya, “di zaman yang makin wong edan ini, semakin bertambah banyak juga orang waras jadi makin terlalu waras”. Contoh orang waras jadi makin terlalu waras, gak usah jauh jauh lah yak, di kalangan anak kuliah atau mahasiswa sudah tak asing lagi mendengar “ayam kampus”Apa itu ayam kampus ? Eta mah yang crispy crispy hahahaha. Ayam Kampus alias panggilan bagi mahasiswi cantik yang melakukan prostitusi di kalangan universitas. Mungkin ada dari antara kalian yang baru tau atau sudah tau dari jaman baheula soal ayam kampus ini. YUP, AYAM KAMPOES ! Saya rasa masih banyak kampus waras yang tidak terlalu nampak aktifitas ini. Tapi ada loh kampus yang terlihat jelas soal ayam kampus ini hahahaha. Salah satunya, sebut saja dia Universitas X di salah satu kota di endonesiah. Berdasarkan cerita teman teman saya, menurut saya cara ayam kampus menawarkan jasanya di universitas X ini terbilang cukup kreatif dan unik hahahaha. Caranya adalah, menawarkan sejenis snack kepada targetnya, jika sang target menerimanya, artinya sang target menerima tawaran “ehem” tersebut hahahaha. Saya sudah menasihati teman teman saya yang kaum adam jika bertandang ke universitas X tersebut, jika ada mahasiswi bening yang tiba tiba menawarkan snack pada mereka, bilang saja seperti ini “maaf, kata mama aku, aku gak boleh ambil makanan dari orang asing” Hahahaha polos apa oon anjer -_-. Tapi kan bisa aja mereka begitu untuk uang kuliah mereka ? Oke ini bisa diterima dari sisi kemanusiaan, tapi kalo kita gali lebih dalam lagi, justru banyak yang melakukan hal tersebut di universitas bukan karena hambatan ekonomi, tapi karena kita lebih mementingkan gaya daripada kehormatan. Berdasarkan cerita tante saya yang berprofesi sebagai guru sma negri di Indonesia ini, dia pernah menemukan muridnya melakukan prostitusi dengan alasan karena ingin membeli gadget idaman dia. Damn ! Wong edan bukan ? -_- Nah kalo seperti ini, siapa dah yang jadi korbannya ? hahahahaha.




(sumber : http://d1g4sq00ps2bp3.cloudfront.net/images/8857_5.jpg)



LEGALKAN ATAU ILEGALKAN PROSTITUSI ?  Menurut saya pribadi, saya mencoba melihat dari global, menurut saya Legalkan di tempat yang seharusnya. Saya sendiri sebenarnya ingin sekali memberantas prostitusi atau kalo bisa ngebegal mucikarinya dah. Tapi prostitusi sudah merebak di masyarakat dan sudah di cap hal biasa oleh kalangan penduduk kota besar tapi jangan sampe anak dibawah umur mempunyai anggapan bahwa prostitusi itu gapapa karena mereka tumbuh berkembang sampe dewasa di kawasan prostitusi. Contohnya, (berdasarkan pengamatan guru sosiologi saya sewaktu kelas 12) salah satu kawasan di daerah kota hujan, ada kawasan dimana pernah dibongkar dan ditertibkan kafe kafe atau tempat tempat yang melakukan prostitusi, kalian tau akbitanya apa ? ya gak ada lagi kafe kafe tersebut. Berarti caranya berhasil dong menghilangkan prostitusi di kawasan itu ? TIDAK. Lah kok gitu ? Karena transaksinya hanya berpindah tempat. Kemana ? Di rumah rumah warga sekitar tersebut. Itulah kenapa saya bilang, saya “Legalkan di tempat yang seharusnya”. Mungkin pemerintah atau warga bisa merobohkan bangunan kafe kafe malam tersebut, tapi hitam selalu ada di bumi ini. Jika pemerintah masih menyepelekan prostitusi ini, jadinya ya seperti kalijodo dan gg dolly. Anak anak tumbuh dan berkembang di kawasan prostitusi. Iya memang bukan berarti mereka bakalan jadi PSK tapi itu pasti mempengaruhi mental dan jiwa anak anak. Malah saya mau ketawa nonton berita soal kalijodo ketika banyak warga menolak penggusuran kalijodo dengan sok tau nya bicara tentang HAM, kalo kalian peduli HAM, mana mungkin kalian lebih memikirkan UANG dibandingkan ANAK KALIAN. Kan mereka manusia juga, mikir juga lah lo nyari kerjaan susah. Lah kan yang disana beragama semua, masa gak ada kepercayaan sih Tuhan sudah menyiapkan jalan terbaik jika umatnya berdoa dan berusaha #sokberagama. Lucu aja gitu, ketika kalijodo mau digusur, yang PSK berbondong bondong mau pindah, yang buka usaha malah gegayaan ngomong hati nurani dan HAM hahahahahaha jenius -_-, Atau kalian ada yang pernah nonton film “Kawin Kontrak” itu hal nyata loh, cuman kurang satu hal di film itu, anak dibawah umur juga dipaksa melakukan kawin kontrak tersebut dan menurut saya, itu prostitusi alim.

Kita tidak bisa menyalahkan siapapun tentang masalah ini, entah itu pemerintah, mucikari atau PSK nya sekalipun (meskipun saya pengen banget ngebegal mucikarinya) karena semua punya alasan masing masing. Namun jika dilihat dari kacamata hukum, kita bisa menjerat oknum yang mempunyai andil paling besar dalam memainkan prostitusi ini.

Ya sekian pendapat saya tentang prostitusi, mohon maaf jika ada kesalahan kata maupun menyinggung perasaan seseorang. Have a nice day !