Selasa, 15 Maret 2016

Angkutan Umum VS Angkutan Online


Baru aja selesai beberapa saat yang lalu soal ojek online yang akhirnya tidak jadi dilarang oleh pemerintah, sekarang para sopir taksi di Indonesia menolak keberadaan taksi bebasis online. 


 
Sumber : http://www.jawapos.com/imgs/2015/12/14599_32484_GOJEK.jpg

Well, sebagai warga yang hidup di kota yang jalan rayanya naujubileh padatnya, harus diakui bahwa angkutan berbasis online ini sangat membantu. Berikut adalah penilaian plus gue terhadap  angkutan berbasis online ini.

1.    Biaya Lebih Murah

So pasti, sebagai anak muda yang hidupnya masih tergantung seberapa banyaknya uang jajan yang dikasih mamah papah, anak muda harus pengiritan. 



Sumber : http://wap.filezombi.com/download.php?judul=-demi-kamu-aku-hemat-&file=s-15&download=true&type=jpg

Gue pernah ngerasain naik ojek ataupun taksi berbasis online, dan menurut gue ini salah satu cara untuk menghemat uang dengan cara kekinian. Gunakan ponsel pintar mu agar kau semakin pintar mengelola hepeng alias uang.



2.    Memberi Kepastian

Sebagai anak muda gue setuju dengan pendapat bahwa setiap orang butuh kepastian. Bukan hanya kepastian dalam hal berpacaran, tapi juga kepastian dalam bayar ongkos. 



Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtgoEkwg_ncXIMqA7PImGJpVdrWQR0b9pPSDEn4Xf2kpQkEUaVZynCFABXAZW2_lyYiXfkeZGrTqBGX_M1e1kjNQwci3XgtT63L1rmX4UEiXQDM_xsLLVd-vv0SVss3yWNredFvL5vVAf/s640/cinta-tapi-nunggu.jpg 


Dulu waktu SD – SMP kalo gue kejebak macet parah pasa berangkat sekolah, gue harus turun dari angkot dan naik ojek. Kira kira jaraknya 500 meter dan gue harus bayar 15 rebu (lu bayangin aja 15 rebu jaman tahun 2000an, jaman sekarang berapa rebu). Inilah yang tidak ada di kalangan ojek berbasis non-online. Mereka tidak mematok dengan pasti harga mereka, ya kalo sepi ya harap harap cemas dikasih harga tinggi, ya kalo rame, tetep wae diporottin. Dan terkadang kita males dengan panasnya kota yang semrawut dan akhirnya memilih naik taksi. Mungkin yang udah biasa naik taksi bisa memperkirakan harga yang harus dibayar. Tapi seperti kata pepatah nenek moyang kita jaman baheula, kadang buntung tak dapat ditolak (setelah di searching ternyata peribahasa sebenernya untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak hehehehe). Contohnya, ya kalo kita kejebak macet parah hehehehe. Gayanya sih megang gadget dan telinga disumpel pake headset, tapi matanya…….hmmmmm liat argometer mele hahahaha.


Sumber : http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/images/preview/20130729_400-titik-kemacetan-di-jakarta_7065.jpg


Nah berbeda dengan yang gue rasakan pas naik taksi berbasis online. Ketika gue terjebak macet dan ditambah lagi pemutaran jalan terdektat lokasi yang gue tuju ditutup, mau gak mau harus muter di tempat lain yang lebih jauh. Tapi ya gue anteng wae sambil cengengesan ama temen temen gue, ya karena kita udah tenang soal bayar uang taksi karena memang sudah ada kepastiannya. Kita gak perlu harap harap cemas seperti saat menggunakan taksi berbasis non-online yang membuat mata kita selalu terpana pada si doi (re: argometer).


3.    Menghemat Waktu

Kadang hidup ini aneh, banyak orang terlihat sulit bertemu jodohnya dan ada aja yang keliatnnya mudah sekali memilih jodohnya. Itulah yang gue rasakan ketika naik taksi ataupun ojek berbasi non-online. Kadang gue nunggu taksi sampe berjamur, eh kadang gak nungguin taksi, malah ditawarin supir taksi -_- Banyak abang ojek yang mondar mandir nyari penumpang, banyak juga penumpang yang mondar mandi mencari keberadaan sang abang ojek hufffffttt. Nah beda dengan ojek ataupun taksi berbasis online ini, kita bebas mau janjian dimana aja #asekkkk. Menghemat waktu kan ? inget mbak-bro, time is money (halah pengangguran aja banyak gaya).


 

Sumber : http://cdn.meme.am/instances/500x/55114260.jpg

Ya walaupun kadang harus keluarrin pulsa untuk nelpon mereka sih. Yaudahlah ya daripada kluarrin pulsa buat nelpon si doi cuman buat berantem, mending nelpon abang ojek atau abang supir biar dijemput, ye gak ? kecuali elu jomblo. Maaf bro. 


 
Sumber : http://cdn.meme.am/instances/500x/59361324.jpg

Kita ini sudah hidup di era teknologi, surat digantikan email, buku digantikan e-book dan doi digantikan gadget (apalah ini). Kita gak bisa seenaknya melarang kreatifitas seseorang yang pada dasarnya ingin membantu peradaban umat manusia. Sebagai manusia yang merasa sangat dibantukan dengan adanya keberadaan angkutan berbasis online ini, gue tidak setuju dengan ide penghapusan ataupun pemblokiran situs transportasi berbasis online. Tapi gue sadar, keberadaan mereka yang membantu ini juga harus disejajarkan dengan angkutan berbasis non-online lainnya, seperti harus mempunyai uji kelayakan jalan , izin operasi, izin usaha, argo, pajak, dkk nya lah. Dan kalo soal angkutan berbasis non-online memasang harga terlalu rendah, gak usah diperdebatkan lah ya, mana ada orang mau bayar mahal, kalo yang murah lebih menyenangkan hahahaha.



Oke sekian pendapat gue soal Angkutan Umum VS Angkutan Online. Jika ada kesalahan kata disengaja maupun tidak disengaja meskipun sebenarnya semua ini disengaja, saya mohon maaf. Terimakasih sudah rela membuang waktu kalian untuk membaca postingan saya kali ini. Sampai berjumpa di postingan selanjutnya ! Semoga harimu menyenangkan J