Baru aja selesai beberapa saat yang lalu soal ojek online yang akhirnya tidak jadi dilarang oleh pemerintah, sekarang para sopir taksi di Indonesia menolak keberadaan taksi bebasis online.
Sumber : http://www.jawapos.com/imgs/2015/12/14599_32484_GOJEK.jpg
Well, sebagai warga yang
hidup di kota yang jalan rayanya naujubileh padatnya, harus diakui bahwa
angkutan berbasis online ini sangat membantu. Berikut adalah penilaian plus gue
terhadap angkutan berbasis online ini.
1.
Biaya Lebih Murah
So pasti, sebagai anak
muda yang hidupnya masih tergantung seberapa banyaknya uang jajan yang dikasih
mamah papah, anak muda harus pengiritan.
Sumber
: http://wap.filezombi.com/download.php?judul=-demi-kamu-aku-hemat-&file=s-15&download=true&type=jpg
Gue pernah ngerasain
naik ojek ataupun taksi berbasis online, dan menurut gue ini salah satu cara
untuk menghemat uang dengan cara kekinian. Gunakan ponsel pintar mu agar kau
semakin pintar mengelola hepeng alias uang.
2.
Memberi Kepastian
Sebagai anak muda gue
setuju dengan pendapat bahwa setiap orang butuh kepastian. Bukan hanya
kepastian dalam hal berpacaran, tapi juga kepastian dalam bayar ongkos.
Sumber
: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxtgoEkwg_ncXIMqA7PImGJpVdrWQR0b9pPSDEn4Xf2kpQkEUaVZynCFABXAZW2_lyYiXfkeZGrTqBGX_M1e1kjNQwci3XgtT63L1rmX4UEiXQDM_xsLLVd-vv0SVss3yWNredFvL5vVAf/s640/cinta-tapi-nunggu.jpg
Dulu waktu SD – SMP kalo
gue kejebak macet parah pasa berangkat sekolah, gue harus turun dari angkot dan
naik ojek. Kira kira jaraknya 500 meter dan gue harus bayar 15 rebu (lu
bayangin aja 15 rebu jaman tahun 2000an, jaman sekarang berapa rebu). Inilah
yang tidak ada di kalangan ojek berbasis non-online. Mereka tidak mematok
dengan pasti harga mereka, ya kalo sepi ya harap harap cemas dikasih harga
tinggi, ya kalo rame, tetep wae diporottin. Dan terkadang kita males dengan panasnya kota yang semrawut dan akhirnya memilih naik taksi. Mungkin yang udah biasa naik taksi bisa memperkirakan harga yang
harus dibayar. Tapi seperti kata pepatah nenek moyang kita jaman baheula,
kadang buntung tak dapat ditolak (setelah di searching ternyata peribahasa
sebenernya untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak
hehehehe). Contohnya, ya kalo kita
kejebak macet parah hehehehe. Gayanya sih megang gadget dan telinga disumpel
pake headset, tapi matanya…….hmmmmm liat argometer mele hahahaha.
Nah berbeda dengan yang
gue rasakan pas naik taksi berbasis online. Ketika gue terjebak macet dan
ditambah lagi pemutaran jalan terdektat lokasi yang gue tuju ditutup, mau gak
mau harus muter di tempat lain yang lebih jauh. Tapi ya gue anteng wae sambil
cengengesan ama temen temen gue, ya karena kita udah tenang soal bayar uang
taksi karena memang sudah ada kepastiannya. Kita gak perlu harap harap cemas
seperti saat menggunakan taksi berbasis non-online yang membuat mata kita
selalu terpana pada si doi (re: argometer).
3. Menghemat
Waktu
Kadang hidup ini aneh,
banyak orang terlihat sulit bertemu jodohnya dan ada aja yang keliatnnya mudah
sekali memilih jodohnya. Itulah yang gue rasakan ketika naik taksi ataupun ojek
berbasi non-online. Kadang gue nunggu taksi sampe berjamur, eh kadang gak
nungguin taksi, malah ditawarin supir taksi -_- Banyak abang ojek yang mondar
mandir nyari penumpang, banyak juga penumpang yang mondar mandi mencari
keberadaan sang abang ojek hufffffttt. Nah beda dengan ojek ataupun taksi
berbasis online ini, kita bebas mau janjian dimana aja #asekkkk. Menghemat
waktu kan ? inget mbak-bro, time is money (halah pengangguran aja banyak gaya).
Sumber : http://cdn.meme.am/instances/500x/55114260.jpg
Ya walaupun kadang harus
keluarrin pulsa untuk nelpon mereka sih. Yaudahlah ya daripada kluarrin pulsa
buat nelpon si doi cuman buat berantem, mending nelpon abang ojek atau abang
supir biar dijemput, ye gak ? kecuali elu jomblo. Maaf bro.
Sumber
: http://cdn.meme.am/instances/500x/59361324.jpg
Kita ini sudah hidup di
era teknologi, surat digantikan email, buku digantikan e-book dan doi
digantikan gadget (apalah ini). Kita gak bisa seenaknya melarang kreatifitas
seseorang yang pada dasarnya ingin membantu peradaban umat manusia. Sebagai
manusia yang merasa sangat dibantukan dengan adanya keberadaan angkutan
berbasis online ini, gue tidak setuju dengan ide penghapusan ataupun
pemblokiran situs transportasi berbasis online. Tapi gue sadar, keberadaan
mereka yang membantu ini juga harus disejajarkan dengan angkutan berbasis
non-online lainnya, seperti harus
mempunyai uji kelayakan jalan , izin operasi, izin usaha, argo, pajak, dkk nya
lah. Dan kalo soal angkutan berbasis non-online memasang harga
terlalu rendah, gak usah diperdebatkan lah ya, mana ada orang mau bayar mahal,
kalo yang murah lebih menyenangkan hahahaha.
Oke sekian pendapat gue
soal Angkutan Umum VS Angkutan Online. Jika ada kesalahan kata disengaja maupun
tidak disengaja meskipun sebenarnya semua ini disengaja, saya mohon maaf. Terimakasih
sudah rela membuang waktu kalian untuk membaca postingan saya kali ini. Sampai
berjumpa di postingan selanjutnya ! Semoga harimu menyenangkan J






0 komentar:
Posting Komentar